Menggali pandangan arah pengembangan dan Pembinaan Siswa SMA Kalimantan Selatan

Banjarbaru, 19 Juni 2026 (SP) Dialog bersama Pa Donk Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMA.Pada SP Donk menjelaskan secara rinci pembinaan terhadap siswa SMA, Secara struktural di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, pembinaan terhadap siswa SMA yang ingin melanjutkan kuliah maupun yang siap bekerja diarahkan melalui program Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMA.Meskipun secara umum SMA didesain untuk melanjutkan ke perguruan tinggi (berbeda dengan SMK yang siap kerja), Ujarnya.
Disdikbud Kalsel tetap merancang strategi adaptif agar lulusan SMA memiliki daya saing di kedua jalur tersebut. Donk Menjelaskan lebih jauh tentang pembinaan dan strateginya.Berikut adalah poin-poin poin penting terkait strategi pembinaan karakter dan kesiswaan bagi kedua jalur tersebut:
1. Strategi Siswa yang Ingin Melanjutkan Kuliah (Jalur Akademik)Fokus pembinaan diarahkan pada kesiapan mental, administrasi, dan pemetaan potensi akademik siswa sejak dini.
a. Optimalisasi Layanan Bimbingan Konseling (BK): Mendorong guru BK untuk aktif melakukan mapping minat dan bakat siswa sejak kelas X. Ini penting agar siswa tidak salah memilih program studi di perguruan tinggi.
b. Sosialisasi dan Pendampingan Jalur Masuk PTN: Pembinaan berkala mengenai teknis pendaftaran jalur SNBP (prestasi), SNBT (tes), hingga jalur mandiri, termasuk memfasilitasi siswa kurang mampu melalui program KIP-Kuliah.
b. Penguatan Karakter Literasi dan Berpikir Kritis: Melalui kegiatan ekstrakurikuler (seperti KIR/Karya Ilmiah Remaja, Debat, dan Olimpiade) untuk mengasah pola pikir analitis yang sangat dibutuhkan di dunia perkuliahan.
2. Strategi Siswa yang Ingin Bekerja / Berwirausaha (Jalur Non-Akademik)Bagi siswa SMA yang karena kondisi tertentu memilih langsung bekerja atau berwirausaha, pembinaan difokuskan pada soft skills dan kemandirian.
a. Program Kewirausahaan (Kreativitas Pemuda): Mengintegrasikan program penumbuhan jiwa entrepreneurship melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka. Siswa diajarkan melihat peluang usaha berbasis potensi lokal Kalimantan Selatan.
b. Pelatihan Soft Skills dan Adaptability: Dunia kerja membutuhkan karakter yang tangguh, komunikatif, dan mampu bekerja sama. Pembinaan organisasi siswa (OSIS, Pramuka, PMR) dijadikan wadah utama untuk menggembleng kedisiplinan dan etos kerja ini.
c. Sinergi dan Pembekalan Keterampilan Dasar: Walaupun tidak memiliki bengkel praktik seperti SMK, SMA didorong untuk bekerja sama dengan lembaga kursus atau Balai Latihan Kerja (BLK) terdekat untuk pembekalan sertifikasi dasar jika ada siswa yang teridentifikasi kuat ingin langsung bekerja, ungkapnya.
Sebagai penutup, SP Donk menegaskan bahwa pembinaan peserta didik SMA tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan kompetensi, serta kesiapan menghadapi berbagai pilihan masa depan. Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi dan jalan kesuksesan yang berbeda, sehingga sekolah perlu hadir sebagai ruang yang mampu memfasilitasi seluruh kebutuhan perkembangan peserta didik, baik yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun yang memilih memasuki dunia kerja dan kewirausahaan.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda Kalimantan Selatan. Dengan pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, lulusan SMA diharapkan menjadi generasi yang berkarakter, berdaya saing, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa di masa depan.
