Program Beasiswa Kuliah ke China dan Singapura untuk Alumni SMA/SMK Kalsel
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Dorong Generasi Muda Menjadi SDM Berdaya Saing Global

BANJARBARU– Senin 16 Maret 2026 (SP). Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah dengan membuka akses pendidikan Internasional bagi generasi muda. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memfasilitasi program beasiswa kuliah ke luar negeri bagi alumni SMA dan SMK se-Kalimantan Selatan, khususnya ke China dan Singapura.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan, Dedi Hidayat, dalam wawancara khusus dengan Media SP. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda Banua yang memiliki kompetensi global dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Dalam keterangannya, Dedi Hidayat menjelaskan bahwa program beasiswa kuliah ke luar negeri ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya bagi para lulusan SMA dan SMK yang memiliki potensi dan keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri.
“Program beasiswa kuliah ke luar negeri ini merupakan salah satu program yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Kami ingin memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Banua untuk mendapatkan pengalaman pendidikan di negara maju,” ujar Dedi Hidayat.
Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa bentuk dukungan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan kepada para calon mahasiswa yang berhasil mengikuti program tersebut. Dukungan pertama adalah biaya keberangkatan yang ditanggung oleh Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya bagi lulusan tahun 2026.
Selain itu, Disdikbud juga memberikan dukungan berupa biaya pelatihan persiapan di Jakarta sebelum para calon mahasiswa berangkat ke negara tujuan termasuk biaya transportasi PP Banjarmasin- Jakarta. Pelatihan ini dilakukan sambil menunggu proses penerbitan visa yang diperlukan untuk studi di luar negeri.
“Selama mengikuti pelatihan di Jakarta sebelum berangkat, para calon mahasiswa dibiayai oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan . Ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah agar para siswa dapat mempersiapkan diri secara maksimal sebelum memulai perkuliahan di luar negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedi Hidayat menegaskan bahwa sebenarnya program beasiswa ini secara langsung diberikan oleh perguruan tinggi yang menjadi mitra di luar negeri. Untuk program di China, beasiswa diberikan oleh JAHVC (Jiangsu Agri-Husbandry Vocational College), sementara untuk program di Singapura diberikan oleh Ngee Ann Polytechnic dan Nanyang Polytechnic.
Khusus untuk program pendidikan di China, terdapat skema pembiayaan yang cukup menarik. Pada enam bulan pertama perkuliahan, biaya yang diperlukan sementara ditanggung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.
Namun demikian, pada enam bulan berikutnya, dana yang sebelumnya disetorkan kepada pihak perguruan tinggi akan dikembalikan kepada Disdikbud. Menariknya, menurut Dedi Hidayat, dana pengembalian tersebut tidak akan disimpan dan diambil oleh pemerintah daerah, melainkan akan dikembalikan kembali kepada para mahasiswa.
“Dana yang dikembalikan oleh pihak kampus tersebut nantinya akan diberikan kembali kepada siswa. Jadi pada dasarnya ini adalah bentuk dukungan sementara dari pemerintah daerah agar siswa dapat memulai studi mereka dengan baik,” ungkapnya.
Setelah melewati enam bulan pertama masa studi, mahasiswa yang mengikuti program tersebut akan mendapatkan beasiswa penuh dari pihak kampus. Beasiswa tersebut mencakup fasilitas tempat tinggal atau dormitory serta uang saku bagi para mahasiswa selama menjalani pendidikan.
Ketika ditanya mengenai program studi yang ditawarkan, Dedi Hidayat menjelaskan bahwa kampus di China menawarkan berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Beberapa program pilihan di JAHVC China antara lain Peternakan, Veteriner, Perkebunan, Akuakultur, serta E-Commerce.
Sementara itu, untuk program di Singapura yang diselenggarakan oleh Ngee Ann Polytechnic dan Nanyang Polytechnic, program yang ditawarkan adalah Diploma Keperawatan. Program ini secara khusus diperuntukkan bagi peserta perempuan yang berminat menekuni bidang kesehatan.
Terkait dengan jumlah pendaftar, Dedi Hidayat mengungkapkan bahwa minat siswa terhadap program ini cukup baik. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 65 orang telah mendaftar untuk program kuliah di China, sementara untuk program di Singapura telah diikuti oleh sembilan orang pendaftar.
Menurutnya, program ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi masa depan generasi muda Kalimantan Selatan. Salah satu visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas.
“Dengan memberikan fasilitas dan memfasilitasi putra-putri terbaik Kalsel untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, diharapkan mereka nantinya dapat kembali ke Banua dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” katanya.
Ia juga menilai bahwa negara tujuan seperti China dan Singapura merupakan negara yang telah menunjukkan kemajuan pesat dalam berbagai bidang, khususnya teknologi dan pendidikan. Oleh karena itu, pengalaman belajar di negara tersebut akan memberikan wawasan global bagi para mahasiswa.
Ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan juga berencana memperluas kerja sama pendidikan ke negara lain. Salah satu negara yang menjadi target pengembangan program adalah Jerman melalui konsep Ausbildung, yaitu program pendidikan yang menggabungkan kuliah dan bekerja secara bersamaan.
Selain Jerman, peluang kerja sama pendidikan juga terbuka dengan Jepang dan negara maju lainnya. Program ini diharapkan dapat membuka jalan bagi generasi muda Kalimantan Selatan untuk mendapatkan pengalaman pendidikan internasional yang lebih luas.
“Dalam bahasa kerennya, kita ingin pendidikan anak-anak Kalsel bisa mendunia,” ujar Dedi Hidayat.
Ia menambahkan bahwa kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya. Banyak negara maju yang terus meningkatkan kualitas SDM mereka melalui berbagai program pendidikan dan beasiswa internasional.
Menutup wawancara tersebut, Dedi Hidayat menyampaikan optimisme bahwa program beasiswa ini akan berjalan dengan baik. Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari orang tua siswa, masyarakat, pemerintah, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para siswa yang nantinya akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri agar selalu menjaga nama baik bangsa dan negara.
“Anak-anak kita yang akan belajar di China dan Singapura harus tetap menjadi Indonesia, tetap menjaga jati diri sebagai bangsa yang beradab, menjaga nama baik bangsa, dan setelah selesai menempuh pendidikan di luar negeri diharapkan dapat kembali untuk membangun Banua tercinta,” tutupnya.
